Jumat, 09 Februari 2018

MEMBUAT LOGO IM3 MENGGUNAKAN CORELDRAW X5

Assalamualaikum, hai teman-teman semua.,.,,jumpa lagi di pondok tutorial media. okey,,,,kali ini kita akan membahas tutorial yag sederhana dan dasar sih,,,menurut saya. oke, kali ini emmm,,,mau buat apa ya?.,,,,,,

nah, kita akan membuat logo kartu perdana yang tidak asing lagi buat teman-teman semua, yaitu memuat logo im3 menggunakan corel draw, dengan mudah dan menyenangkan dan insyaallah brmanfaat bagi teman-tema semua. okey,,,,langsung aja kita mainkan.,..,


    Langkah1. Oke, temen-temen langsung saja Kita mulai saja langsung dengan membuka aplikasi CorelDraw X5, dan buat dokumen baru.
      
    Langkah2. Kemudian buatlah sebuah 4 objek persegi panjang menggunakan Rectangle Tool, seperti pada gambardi bawah ini.




     Langkah3. Oke, Kemudian teman-teman buatlah sebuah objek berbentuk kotak diatas ketiga kotak dibelakang. Lihat gambar di bawah ini,okey brow?:


1.       Langkah4. Kemudian teman-teman bangun objek yang saling berpotongan kemudian digabungkan dengan tool weld. Lihat gambar di bawah ini,,,:


1.       Okey, setelah semua udah di lakukan nah,,,makaa Dan akan menjadi :


     Langkah6. Okey ,,,kemudian Selanjutnya anda copy dan putar objek kotak yang berbentuk huruf M, sehingga objek tersebut berdiri dan letakkan disamping huruf M yang ditengah. Lihat gambar di bawah ini



     Langkah7. Oke.,.,di langkah kali ini anda lalu tarikklah2. Naaah. Langkah ini agar menjadi huruf E dengan tools “shape tools” lihat gambar di bawah ini.,.,, 


1.       Langkah8. Kemudian anda rubah bentuknya agar menjadi seperti pada gambar di bawah      ini :



1.     Langkah9. Lalu untuk bayangan hitamnya kita tinggal membuat kotak yang diwarnai hitam dibawah logo IM3 tersebut. Dengan step sebagai berikut, pertama tulisan IM3 itu beri warna putih. Lalu buat kotak diatasnya ( logo seperti tertutup kotak hitam ). Kemudian kotak hitam ditaruh dibawahnya logo dengan –klik kanan pada kotak- akan muncul tool “order – to back of page“  atau melalui menu Arrange > Order > To Back Of Page (Ctrl+End), Lihat gambar :


1.  Okey,,,jika semua langkah di atas sudah anda lakukan maka Dan hasilnya akan seperti pada gambar di bawah ini :


      Langkah11. Nah di langkah kali ini disini kita tinggal membuat sinyal diatas logo IM3. mudah saja, miringkan logo dengan “klik kiri dua kali” pada logo lalu geser ke kanan. Lihat gambardi bawah ini :


langkah12. nahh,,,,kali ini langkah ini Tinggal sentuhan terakhir gunakan Ellipse Tool untuk membuat tiga objek lingkaran dan atur posisinya seperti pada gambar :


langkah13Ok deeh, kali ini Tinggal eksport, sudah bisa export kan?.,.,nii caranya .dengan cara menu File > Export


1    langkah13.     Kemudian Atur nama dan lokasi penyimpanan kemudian Export.



2    langkah14.   Di kotak dialog “Export to JPEG” atur settingan keluaran gambar sesuai kemauan anda :


Dan ini hasil JPEG nya 


nah,,,,berikut adalah tutorial kali ini yang insyaallah bermanfaat buat teman-teman semuanya...penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan atau penjelasan,,,terimakasih sudah berkunjung...nantikan tutorial berikutnya?.,.,.,.,.,semoga bermanfaat

Jumat, 02 Februari 2018

PERBEDAAN MOUSE OPTIK & LASER

Perbedaan+Mouse+LASER+dengan+Mouse+OPTIK.jpg (990×495)

Selama ini kamu pasti tau kalau mouse terdapat 2 jenis berdasarkan sensor kerjanya, yakni optik dan laser. Tidak disangkal bahwa mouse dengan sensor laser memiliki teknologi yang lebih canggih, namun sensor laser tidak akan tercipta jika tidak ada sensor optik terlebih dahulu. Sehubungan dengan hal tersebut, apakah kamu sudah tau benar perbedaan keduanya?
Jika belum, simak artikel berikut yang membahas perbedaan secara lengkap antara sensor optik dan sensor laser.

1. Awal Mula Teknologi
Teknologi mouse optik diciptakan pada tahun 1980, tetapi butuh waktu hampir 2 dasawarsa untuk sampai ke masa sukses secara komersial. Laser mouse pertama kali terlihat pada Sun komputer server dan workstation. Diluncurkan untuk keperluan komputasi hari ke hari pada tahun 2004 oleh Logitech.

2. Sumber Cahaya
Mouse optik dapat menggunakan LED atau serangkaian fotodioda sebagai sumber cahayanya. Mouse laser menggunakan laser infra merah dimana tidak terlihat secara kasat mata. Namun, saat difotografi menggunakan sensor CCD, akan terlihat ungu pada gambar. Mouse laser dan optik akan nampak mirip pada penampilannya, yang satu dapat dikenali dengan menggerakkannya naik turun dan membandingkan sumber cahayannya. Mouse optik biasanya memiliki sumber cahaya yang keluar berwana merah, putih ataupun biru, sedangkan mouse laser memliki sebuah infra merah yg biasanya tidak kelihatan.

3. DPI dan Sensivitas Mouse
Dot per inch atau disingkat DPI, adalah ukuran dari sensivitas mouse, juga dapat didefinisikan sebagai banyaknya titik pada layar saat mouse bergeser 1 inci. Semakin tinggi DPI sebuah mouse, maka semakin sensitif pointer mouse tersebut. Penggunanya kemudian dapat merasakan pointer mouse menjadi lebih akurat dan presisi saat menggunakannya. Secara umum mouse laser dikenal memiliki DPI yang tinggi dibandingkan dengan mouse optik. Sebuah mouse optik biasanya hanya mimiliki DPI paling tinggi hingga 800 sedangkan mouse laser memiliki DPI antara 2000 dan 3400. Untuk mouse laser tertentu memiliki DPI yang bervariasi dan dapat diatur sesuai keinginan penggunanya.

4. Permukaan
Mouse sudah dikenal untuk bekerja pada permukaan yang lunak atau bisa disebut mousepad dan kebanyakan dari mouse otpik memerluka mousepad agar dapat berfungsi. Mouse tersebut tidak berfugnsi secara optimal jika digunakan pada permukaan yang bersinar atau yang dapat memantulkan cahaya. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi mouse laser, karena dapat digunakan pada permuakaan yang keras sekalipun seperti meja atau lunak seperti di atas kasur.


Perbedaan Mouse Optik & Laser

Permukaan Optical Mouse dan Laser Mouse

5. Konsumsi Baterai
Saat pengguna menggunakan mouse wireless, mouse optik tidak terlalu baik dalam tingkat konsumsi baterai, karena memakan tenaga yang lebih banyak sehingga menjadi lebih boros. Beda halnya dengan mouse laser. Mouse laser memiliki tingkat konsumsi baterai yang baik, dan dapat bertahan hingga 8 bulan untuk baterai jenis Li-ion. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan baterai yang dapat di cas ulang pada mouse wireless agar ekonomis dan  tidak terlali sering mengganti baterai.
6. Pengalaman Pengguna
Mouse optik terbukti bahwa memiliki pengembagnan lebih banyakk daripada mouse mekanik sebelumnya. Namun tidak dapat disangkal bahwa mouse laser sudah menjadi yang terbaik bagi penggunanya. Untuk layar komputer 17" dan lebih besar, diharapkan pengguna memiliki mouse yang memiliki DPI tinggi, di sinilah mouse laser selalu lebih disukai daripada mouse optik biasa. Juga, mouse laser sangat populer bagi kalangan gamers karena memiliki tingkat akurasi tinggi dan fitur ekstra tombol yang dapat dikonfigurasi.

7. Harga
Dari kedua jenis mouse tersebut tersedia mulai dari harga yang ekonomis hingga harga yang relatif tinggi bila didesain untuk gaming. terlepas dari teknologi sensor laser, mouse laser biasanya memiliki bentuk body yang lebih baik dimana juga dapat dilapisi teflon dan lapisan lain untuk pemakain dalam waktu lama.

Dengan pembahasan di atas semoga kamu menhjadi lebih paham apa saja perbedaaan antara optical mouse dan laser mouse. Keep in touch selalu dengan blog ini, karena saya akan terus memberikan informasi buat kamu para gamers :)

Jumat, 26 Januari 2018

Perbedaan Antara Windows 10 Home dan Windows 10 Pro

Windows 10, sistem operasi terbaru dari Windows, tersedia dalam 7 varian edisi, antara lain: Home, Pro, Enterprise, Mobile, Education, Mobile Enterprise, dan IoT Core. Dari ketujuh edisi Windows 10 tersebut, hanya Windows 10 Home, Windows 10 Pro, dan Windows 10 Enterprise yang tersedia untuk pengguna laptop / desktop.
Dikarenakan Windows 10 Enterprise edition sebenarnya dikhususkan untuk pengguna bisnis, kita, para pengguna rumahan hanya memiliki dua pilihan, yakni antar Pro dan Home
.


Logo Windows 10

Logo Windows 10

Jika Anda ingin mengetahui apa saja perbedaan antara Windows 10 Home dan Windows 10 Pro, atau jika Anda ingin mengetahui fitur apa saja yang Anda dapatkan ketika mengupgrade edisi Home ke Pro, Anda dapat melihat tabel perbedaan antara Windows 10 Home dan Windows 10 Pro di bawah ini:
Perbedaan Windows 10 Home dan Windows 10 Pro
FeaturesHomePro
Customizable StartAdaAda
Windows Defender and Windows firewallAdaAda
Fast startup with Hiberboot and InstantGoAdaAda
TPM SupportAdaAda
Battery SaverAdaAda
Windows UpdateAdaAda
Cortana
Talk or type naturallyAdaAda
Personal and proactive suggestionsAdaAda
RemindersAdaAda
Search web, device, and cloudAdaAda
“Hey Cortana” hands-free activationAdaAda
Windows Hello
Native fingerprint recognitionAdaAda
Native facial and iris recognitionAdaAda
Enterprise level securityAdaAda
Multi-doing
Virtual desktopsAdaAda
Snap assist (up to four apps on one screen)AdaAda
Snap apps across screens on different monitorsAdaAda
Continnum
Switch from PC to tablet modeAdaAda
Microsoft Edge
Reading viewAdaAda
Built-in ink supportAdaAda
Cortana integrationAdaAda
Security
Device EncryptionAdaAda
Microsoft PassportAdaAda
Enterprise Data ProtectionTidak AdaAda
Windows as a service
Windows UpdateAdaAda
Windows Update for businessTidak AdaAda
Current branch for businessTidak AdaAda
Management and deployment
Side-loading of line of business appsAdaAda
Mobile device managementAdaAda
Ability to join Azure directory, win single sign-on to cloud-hosted appsTidak AdaAda
Business Store for Windows 10Tidak AdaAda
Easy Upgrade from Pro to Enterprise EditionTidak AdaAda
Easy Upgrade from Home to Education EditionAdaTidak Ada
Existing fundamentals
Device EncryptionAdaAda
Domain JoinTidak AdaAda
BitLockerTidak AdaAda
Group PolicyTidak AdaAda
Enterprise Mode Internet ExplorerTidak AdaAda
Assigned Access 8.1Tidak AdaAda
Remote DesktopTidak AdaAda
Seperti yang dapat Anda lihat pada tabel diatas, Windows 10 Home merupakan edisi Windows paling minim fitur, namun meski begitu, semua fitur terbaru yang ada pada Windows 10 sudah ada pada Windows 10 Home. Fitur yang tidak ada pada edisi Home dibandingkan Pro hanya Domain join, Group Policy, BitLocker, Remote Desktop, Assigned Access, Enterprise Mode Internet Explorer, Business Store, Enterprise data protection, Windows Update for Business, dan Current Branch for Business saja.
Jika Anda pengguna rumahan, AplikasiPC menyarankan agar menggunakan Home Edition saja karena fitur seperti Domain join, Windows Update for Business, dan Current Branch for Business tidak diperlukan bagi pengguna rumahan, meskipun fitur seperti BitLocker, Remote Desktop, dan Group Policy memang agak dibutuhkan meski Anda pengguna rumahan. Selain itu Windows 10 Home Edition juga pasti akan lebih ringan dijalankan ketimbang Windows 10 Pro Edition.
Yang mengejutkan, beberapa fitur lanjutan seperti Windows To Go Creator, AppLocker, Credential Guard, dan Device Guard ternyata tidak hanya hadir pada Windows 10 Enterprise, namun fitur tersebut juga hadir pada Windows 10 Education Edition.

MEMBUAT LOGO IM3 MENGGUNAKAN CORELDRAW X5 Assalamualaikum, hai teman-teman semua.,.,,jumpa lagi di pondok tutorial media. okey,,,,kali ...